Menyaksikan Megahnya Ogoh-Ogoh Parade di Desa Pejeng, Ritual Pra-Nyepi yang Memukau
Pengalaman menyaksikan Ogoh-Ogoh Parade di Desa Pejeng, Bali, menjelang Nyepi 2025–2026. Simak tradisi unik, lokasi, dan tips menyaksikan ritual budaya yang memikat ini.
Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Ogoh-Ogoh Parade di Pejeng digelar sehari sebelum Nyepi (Maret 2025/2026), biasanya mulai pukul 18.00 WITA.
- Desa Pejeng terletak di Gianyar, sekitar 30 menit dari Ubud dengan transportasi pribadi.
- Tiket masuk gratis, tapi sumbangan sukarela untuk pemeliharaan tradisi diterima.
- Ogoh-ogoh tahun 2025–2026 mengusung tema lingkungan dan mitologi Bali kontemporer.
- Area parkir terbatas; disarankan datang sebelum pukul 17.00 atau gunakan shuttle dari titik penjemputan di Gianyar.
Desa Pejeng: Panggung Tradisi yang Hidup
Desa Pejeng bukan sekadar lokasi parade. Sejak dulu, wilayah ini dikenal sebagai pusat budaya Bali dengan Pura Penataran Sasih sebagai bukti sejarahnya. Tahun 2025–2026, warga tetap mempertahankan prosesi sakral pembuatan ogoh-ogoh: dari pemilihan bahan ramah lingkungan hingga ritual pembersihan sebelum parade. Yang menarik, beberapa sanggar seni di sini mulai memamerkan sketsa ogoh-ogoh di galeri kecil sepekan sebelum acara, memberi gambaran awal pada pengunjung.
Detik-Detik Puncak Parade
Saat matahari terbenam, puluhan ogoh-ogoh setinggi 4–6 meter diarak keliling desa dengan iringan gamelan baleganjur. Tahun ini, banyak kreasi menyoroti isu sampah plastik—salah satunya ogoh-ogoh berbentuk raksasa dari limbah sedotan. Sorak penonton memecah ketika ogoh-ogoh diputar (mepagut) di perempatan jalan, simbol pengusiran energi negatif. Puncaknya, ogoh-ogoh dibakar di tanah lapang dekat Pura Desa, tapi beberapa bagian kepala kadang disimpan untuk pameran budaya.
Tips untuk Pengunjung 2025–2026
Bawa air minum dan alas duduk portabel—area duduk terbatas. Kenakan pakaian sopan (kaus berlengan disarankan). Fotografer bisa dapat spot terbaik di depan Wantilan Pejeng sebelum pukul 17.30. Untuk pengalaman lebih dalam, coba kunjungi Banjar Tengah sehari sebelumnya; di sana warga ramah menjelaskan filosofi ogoh-ogoh sambil menyelesaikan detail akhir. Catat: tahun 2026 ada wacana sistem reservasi online untuk mengatur kerumunan.
Orang Juga Bertanya
Apa perbedaan ogoh-ogoh Pejeng dengan daerah lain?
Ogoh-ogoh Pejeng dikenal dengan detail ukiran tradisional khas Gianyar dan kerap memadukan unsur cerita Pan Balang Tamak dengan isu aktual.
Bisakah turis ikut mengarak ogoh-ogoh?
Umumnya tidak, kecuali ada undangan khusus dari banjar. Tapi pengunjung boleh membantu mendorong kereta ogoh-ogoh di bagian belakang dengan panduan warga.
Ada penginapan dekat lokasi parade?
Beberapa homestay di Jalan Raya Pejeng menawarkan kamar mulai Rp250.000/malam. Untuk hotel, terdekat ada di Tampaksiring (15 menit berkendara).
Bagaimana jika hujan saat parade?
Acara tetap dilangsungkan dengan ogoh-ogoh diberi pelindung plastik transparan. Prosesi pembakaran mungkin dipendekkan demi keselamatan.